Tampilkan postingan dengan label duniacowok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duniacowok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juli 2010

Lelaki Masuk ke Dapur


Lelaki masuk ke dapur? Apa yang ada di benak Gizoner? Wuah, dipertanyakan, tuh! Kan, urusan dapur adalah urusan kaum hawa. Hmmm…gitu, ya! Sudah menjadi kelaziman di masyarakat kita bahwa tugas dapur adalah tugas seorang istri atau wanita.
Nah, bagaima kalau ayah kamu atau kakak laki-laki kamu masuk ke dapur? Apakah Gizoner akan menghadang mereka. STOP! Ini adalah area bebas lelaki. Ccck…sebigutunya? Hehe… beri jalan, dong! Kan, si Komo mau lewat. Hehe… biar nggak macet.

Lelaki dan Perempuan Halal ke Dapur

Gizoner, masalah lelaki masuk ke dapur acap kali disalah pahami oleh masyarakat, khususnya kaum adam yang egois dengan perannya sebagai lelaki. Mereka menganggap bahwa tugasnya hanya mencari nafkah semata. Tak ada yang lain.

Nah, sebenarnya gimana, sih! Lelaki masuk ke dapur? Gizoner, bukan berarti kita mau membenturkan pemikiran feminisme yang banyak mengobral pembicaraan tentang kesetaraan gender. Namun, bagaimana kita mendudukan tugas dan peran lelaki maupun perempuan sesuai fitrahnya.

Tugas kaum lelaki adalah mencari nafkah dan mengayomi kaum perempuan. Namun, tidak menutup mata jika perempuan atau istrinya mengalami kerepotan, ia bisa membantu dengan kemampuan yang ia miliki.

Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Apa yang biasa dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam rumah?” Aisyah Radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat.” (Hadits riwayat Bukhari No. 676, 5363)

Nah loch! Nabi saja juga mau membantu pekerjaan istrinya, beliau tidak segan dan malu-malu, bahkan tidak gengsi untuk melakukannya! Apalagi kita yang mengaku umatnya, pasti mengikuti ajarannya dong! Jangan memilah yang sesuai keinginan hati dan kondisi kita saja. Atau, yang menguntungkan buat kita, itu baru yang kita ikuti saja. Hayo! Gizoner tidak begitu, kan? Iya, Gizoner percaya deh kalau kamu sekalian mau mengikuti ajaran nabi tanpa memilih dan syarat.

Dalam satu riwayat lain, “Beliau mengerjakan apa yang biasa dikerjakan salah seorang kalian di rumahnya. Beliau menambal sandalnya, menambal bajunya, dan menjahitnya.” (Hadits riwayat Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 540, dishahihkan oleh Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 419 dan Al-Misykat no. 5822)
Nah, apalagi kalau lelaki bisa menambal sandal, menjahit baju. Istri dan anaknya jadi ikut senang, kan! Bayangkan, jika istri sedang sakit, sandal anaknya jebol, bajunya sendiri sobek. Lantas siapa yang akan mengerjakannya? Jika suami bisa mengerjakan, beban istri yang sakit jadi ringan dan bahagia. Efeknya, akan mempercepat kesembuhan istrinya karena kondisi psikologis yang tidak terbebani oleh pekerjaan rumah.
Saatnya Lelaki ke Dapur

Gizoner, sudah saatnya ego dibuang, perasaan malu dilempar jauh-jauh, saatnya lelaki masuk ke dapur untuk membantu kaum perempuan yang kerepotan untuk mengurus pekerjaan rumah tangga, tanpa harus meninggalkan kewajiban seorang lelaki yang harus mencari nafkah.

Perempuan tetap dengan tugas dan perannya ketika suami mencari nafkah, ia menyelesaikan pekerjan rumah dan mengasuh anaknya dengan hati. Tanpa merasa ada persaingan atau penindasan hak perempuan.

Sungguh, jika pekerjaan rumah tangga dikerjakan secara bersama atau bagi tugas antara lelaki dan perempuan, tanpa ada rasa tinggi dan rendah, niscaya akan hadir sejuta romantime dalam keluarga ketika mengerjakan oekerjaan rumah bersama. Mau kan?

Ya, lelaki harus peduli dengan kerepotan istri, sedangkan istri harus paham saat dimana suami tidak bisa membantu karena kesibukannya mencari nafkah.

Cowok itu Cuek!



“Agung, kelas kita ada masalah lho!” Ucap Heni.
“Halah, nanti juga selesai sendiri. Kenapa harus dipikir amat sih. Ahmad aja nggak mirik kok. Hehe…” Jawab cowok yang bernama Agung tersebut.
“Kok, kamu gitu, sih!” Sahut Heni.
Di atas hanyalah sebuah ilustrasi dialog yang mungkin sering terjadi di sekitar Gizoner. Para cowok seringkali tidak mau tahu dengan kondisi sekitarnya. Bahkan sering diberi label bahwa cowok itu cuek. Jika ada masalah, cowok jarang berbicara, bahkan menutup rapat rahasianya, biar tidak ketahuan oleh orang lain.
Eit, eits… jangan buru-buru menilai bahwa kaum adam itu semuanya cuek. Pukul rata gitu, pokoknya cowok itu cuek!

Apa Kata Cowok
Selama ini para cowok diidentikan dengan sikapnya yang cuek. Benarkah cowok itu cuek! Atau anggapan yang selama ini sudah melekat di kaum cowok itu salah. Atau justru ada sesuatu dibalik kecuekannya. Apa kata cowok tentang anggapan itu, ya!
“Tergantung orang dan keadaan. Ketika sesorang tidak stabil, itu juga akan mempengaruhi. Apalagi kalau dia lagi tidak mood, maka ia akan lebih cuek.” (Rido/Ponpes Al Ishlah Bondowoso)
Wuis, gitu tho! Tergantung keadaan dan mood, nah kalau saban hari ndak mood, gimana hayo? Ter-La-Lu, hehehe…bercanda Bang Rido.
Nah, kalau pendapat yang lain gimana,
“Saya melihat mayoritas kaum adam itu cuek, di lapangan kenyataannya demikian. Mungkin udah kodratnya cuek! Kan, nanti bisa klop kalau jadi sepasang suami istri, istri/cewek tidak cuek sedangkan cowok/suami cuek. Tetapi, dibalik kecuekannya cowok itu berpikir tuk mencari solusi, kemudian mengambil tindakan ketika sudah momentnya tepat.” (Aris/Manajer Eldura Group)
Ooo…gitu tho! Ternyata Mas Aris Eldura setuju bahwa cowok itu mayoritas adalah cuek karena sudah dari sononya, jadi hidup ini diciptakan berpasang-pasangan, adak cowok, ada cewek. Ada hitam, ada putih. Ada siang, ada malam.
Yuk, kita lihat pendapat yang lain,
“Tidak semua cowok itu cuek. Masih banyak yang peduli. Bahkan ikut menyelesaikan masalah. Tetapi yang berbeda adalah seorang cowok itu berusaha meyelesaikannya sendiri baru sharing ke yang lain”(Untung Wahyudi/Ponpes Mathlabul Ulum, Desa Jambu, Kec. Lenteng, Kab. Sumenep)
Tuh kan, tidak semua cowok itu bersikap cuek. Jadi jangan diberi stemple bahwa yang namanya cowok itu pasti sikapnya cuek.

Apa Kata Cewek
Nah, kalau tadi adalah pendapat para cowok, sekarang gilirannya kaum cewek berbicara tentang cowok. Sebenarnya cowok dimata para cewek itu gimana, sih!
“Cowok itu rata-rata pada cuek, tapi dibalik kecuekannya mereka mikir secara rasional. Namun, kadangkala sikap cuek itu membuat saya sebel, serasa kaum cewek itu tidak dihargai” (Uut/Purbalingga)
Nah loch! Buat para cowok yang pasang tampang cuek, hati-hati, coz kalian bakal tidak mendapat simpatik dari kaum cewek. Hehe…

Kita lihat pendapat yang lain, ya!
“Tidak bisa digeneralisir, tergantung karakter, banyak cewek yang cuwek juga, sebaliknya cowok yang perhatian juga banyak. Saya kira kenapa mereka bersikap cuek adalah penampilan dimuka saja yang kadang untuk menutupi bahwa cowok itu seharusnya cuek. Sebenarnya semuanya tergantung karakter masing-masing”(Isti/Sragen)
Ooo…gitu tho Mbak Isti! Cuek itu hanya kedok saja biar dianggap maskulin.
Diatas sudah kita paparkan pendapat baik dari kaum cewek maupun dari kaum cowok. Jadi, tentang penilaian bahwa cowok itu cuek tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah.
Gizoner untuk menilai sesuatu itu tidak bisa dengan satu sudut pandang saja, termasuk menilai karakter seorang cowok. Semuanya tidak bisa digeneralisasikan. Pokoknya, tetep jalani saja hidup ini dengan semangat, lakukan sesuai dengan kaidah syar`i, hidup ini bakal indah dan terang benderang persis seperti kata yang lagi ngetrend dikalangan politikus kita” Biarkan kasus ini menjadi terang benderang” Hehe…

Lelaki, Perempuan, dan Perubahan


Perubahan

Sebuah kepastian yang bakal terjadi dalam hidup kita. Dari lahir, berubah menjadi bayi, kemudian menjadi anak-anak, tumbuh kembang jadi dewasa, dan seterusnya. Perubahan adalah sesuatu yang sunatullah. Nah, Gizolista, diantara lelaki dan perempuan, manakah yang mudah sekali berubah, atau manakah yang sulit untuk berubah? Penasaran kan?
Dua jenis makhluk ini memang unik untuk selalu jadi bahasan kita. Kali ini kita akan mengurai pertanyaan dan penasaran tersebut diatas.

Lelaki Mudah Berubah kah?

Benarkah lelaki mudah berubah? Atau sebaliknya? Nah, Gizolista lelaki adah kaum yang cenderung menggunakan akal atau rasio ketika menghadapi sebuah kasus. Misalnya, jika dia dihadapkan untuk mengambil keputusan ketika dia bertabrakan, apakah ia minta ganti rugi, atau ia yang mau memberi kerugian, maka, bagi lelaki ia akan menggunakan akalnya, sebenarnya yang salah siapa? Kemudian, baru menentukan langkah selanjutnya. Sebaliknya, jika yang menghadapi kasus tersebut adalah perempuan, maka, ia akan mengambil keputusan berdasarkan situasi dan yang terlihat iba siapa. Karena perempuan cenderung menggunakan persaannya ketika mengampil sebuah keputusan.

Bagi lelaki, ada sisi lain yang membuat ia tidak mudah berubah, yaitu ego. Bila ego sudah menjadi pegangan, maka lelaki tidak bakal mau merubah atau berubah sesuatu. Ego seakan menjadi prinsip dasar untuk menentukan sikap dan perilaku bagi kaum lelaki.

Perempuan Mudah Berubah kah?

Secara umum perempuan lebih cepat dan sering berubah, baik secara fisik, mental dan tingkah-laku maupun sikap dan cara berfikirnya. Misalnya, secara fisik, bentuk tubuhnya mudah berubah ketika masa pubertas, sebelum dan sesudah nikah, atau sebelum dan sesudah melahirkan. Sedangkan secara mental. Perempuan akan berpikir berbeda terhadap perilaku pasca menikah. Bisa jadi, ketika dulu suaminya pertama kali datang dengan pakaian yang parlente ia sangat suka. Tapi, ketika sudah menikah. Ia berpikir ulang. Ia berharap suaminya menggunakan pakaian yang sederhana saja. Uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lainnya. Apakah untuk kebutuhan dapur atau kebutuhan anak sekolahnya. Belum lagi, perempuan cenderung menggunakan perasaan dalam menghadapi sebuah masalah. So, jika dalam keadaan yang mengiba, dan yang menghadapi masalah tersebut adalah perempuan. Maka, ia akan menggunakan perasaan untuk mengambil keputusannya. Padahal, sebelumnya ia tak mau membuat keputusan tersebut.
Ada sisi lain perempuan yang membuat ia mudah berubah, yaitu sebuah kelompok atau koloninya. Jika, perempuan dalam kelompok atau lingkungan yang parlente, maka ia akan mengikuti gaya parlente. Akan tetapi, jika ia pindah ke lingkungan atau koloni perempuan yang hidup bersahaja dan bersosial, maka, ia akan menjadi perempuan yang bersahaja dan bersosial.

Nah Gizolista, kenapa lelaki dan perempuan cenderung berbeda dalam hal merespon situasi. Yupz, hal ini disebabkan karena bentuk penampang otak lelaki dan perempuan ternyata berbeda. Dari penampang otak—lihat di gambar--- bisa kita lihat kalau wanita lebih cenderung mengedepankan perasaan dan sesuatu yang bersifat emotional connection. Ada juga yang mengatakan kalau wanita itu kebanyakan tidak senang matematika dan logika, sehingga tidak ingin memikirkan sesuatu yang abstrak secara mendalam.

Sebuah Kisah Perubahan

Dalam buku Who Moves My Cheese karya Spencer Johnson, ia menceritakan ada empat tokoh, yakni: Sniff dan Scurry keduanya adalah tikus tikus, dan Hem (kurcaci) serta Haw (manusia kecil) yang sengaja diciptakan oleh Spencer Johnson untuk memberikan contoh bagaimana keempat tokoh tadi menyikapi suatu perubahan.
Cerita ini dimulai ketika cheese atau keju yang mereka butuhkan masih tersedia dalam jumlah banyak. Cheese dalam cerita ini diibaratkan sebagai sesuatu yang menyenangkan (uang, kebahagiaan, atau makanan). Pada suatu ketika, cheese yang mereka miliki makin sedikit.

Sniff dan Scurry dengan penciuman dan nalurinya, dalam mensikapi kondisi tersebut, mereka terus bergerak mencari chesse yang baru (tempat keju berada).
Sedangkan Haw dan Hem, dalam mensikapi kondisi tersebut, mereka berdiskusi dan marah, mengapa cheese mereka berkurang dan hilang. Mereka menyakini bahwa cheese pergi untuk sementara waktu dan segera kembali sehingga mereka tetap menunggunya tanpa melakukan apapun kecuali kecewa dan marah-marah. Pada akhirnya, mereka lelah dan kehabisan tenaga, dan tetap tidak menemukan cheese-nya. Sebaliknya, Sniff danScurry terus mencari tempat baru yang penuh dengan cheese. Akhirnya, mereka pun menyadari hanya dengan terus bergerak dan berlari mereka bisa mendapatkan cheese-nya.
Nah Gizolista, perubahan itu musti akan terjadi, namun, bagaimana kita menyikapi sebuah perubahan tersebut. (diambil dari berbagai sumber)

*Dimuat di majalah Gizone edisi 9

Selasa, 02 Maret 2010

Cowok Otomotif




Saat kita sedang berkendara di jalan raya, tiba-tiba melintas rombongan pengendara motor modifikasi lewat. Ciah... rame, seru, dan asik. Wuah, jadi ngiri tuk mengendarainya, ya! Tapi upz, kenapa mayoritas yang mengendarai dan yang hobby utak-atik alias memodifikasi motor adalah kaum adam, ya? Wuis, pertanyan serius banget, neh! Kok nggak ada pilihannya or multiple choice? Emm…butuh berbulan-bulan plus belajar siang malem neh tuk menjawabnya. Hehe...lebay!
Ssstt...neh ada beberapa bocoran dari kaum adam kenapa mereka menyukai dunia modifikasi motor. Menurut Sigit, seorang mantan mekanik motor, ada beberapa hal yang membuat seorang cowok menyukai dunia tersebut. Pertama adalah menarik perhatian. Hehe...mungkin nggak PD dengan dirinya sendiri, ya! So, perlu bantuan motor biar tambah gaya gitu, ya! Kedua adalah sebuah prestise alias gengsi. Nah, berarti para kaum adam menganggap bahwa motor yang keren bisa menaikan gengsi mereka. Benarkah begitu kaum hawa? Ketiga adalah ikut-ikut temannya. Wuah, berarti, kalau begitu, dengan demikian, Eits... mau ngomong apa tho? Kok jadi belibet gitu? Hehe...sorry, pada intinya, kaum adam ingin dianggap in group oleh ganknya. Keempat adalah mengincar hadiah. Nah, kalau alasan yang ini murni ingin dapat duit, maklum `adam juga manusia, punya rasa, punya ingin duit` Hehe...kayak nyanyiannya Serius Band, ya! Alasan kelima adalah ingin menunjukan jati dirinya. Dengan motor yang sudah dimodifikasi, ia ingin menujukan siapa dirinya sebenarnya lewat motornya yang telah di modifikasi.

Survey Membuktikan
Gizoner, menurut penelitian, cowok dan cewek, meskipun sama-sama menggunakan mobil atau motor sebagai alat transportasi, ternyata mereka berbeda dalam memperlakukannya. Para cewek memakai mobil sekedarnya, sebagai alat transportasi. Tapi para cowok punya hubungan lebih mendalam lagi dengan mobil atau motot mereka. Para cowok, selain menungganginya, juga merawat serta memodifikasinya. Mereka setia menunggui mobil mereka di bengkel seperti menunggui istri mereka saat melahirkan. Hehe... motor jadi istri ke dua, dong!
Ada survey tentang cowok dan mobil di luar yang membuat kita tertawa geli, lho! Nggak percaya? Beneran! Neh, menurut survey yang dilakukan RAC Foundation, 86 % pria di Inggris lebih memilih ‘berkencan’ dengan sedan Ferari daripada dengan bintang Baywatch Pamela Anderson. So, “Bagi sebagian pria, diiming-imingi mobil sport lebih menarik daripada kencan dengan selebritas perempuan. “Mungkin membuktikan bahwa love affair dengan mobil benar-benar merupakan hal paling romantis pada abad ini” Kata Sarah Forrow, manajer RAC Foundation seperti yang dikutip Koran Tempo.
Secara ilmiah, kenapa para cowok seneng dengan hal-hal yang berbau agresivitas, misalnya game yang menantang, otak-atik motor yang menantang, itu disebabkan karena hormon testosteron pada cowok lebih banyak daripada yang dimiliki cewek. Bahkan, menurut Michael Gurian, cewek yang berotot sekalipun jumlah testosteron-nya tetep kalah jauh dengan cowok yang biasa-biasa aja. Para cowok yang punya ambisi sosial seperti aktivis organisasi atau pengusaha biasanya memiliki hormon testosteron yang lebih tinggi. Nah, saat para cowok bermain-main, misalnya main gim, olah raga, nonton sepak bola, kebut-kebutan, jumlah hormon testosteron mereka meningkat. Peningkatan ini membuat para pria merasa senang.
Gizoner, kalau wanita melepaskan ketegangan dengan ngobrol atau curhat, para cowok justru dengan mengotak-atik mainan, seperti motor atau mobil. Wuah, kasihan tuh motor jadi ajang pelampiasan ketegangan, ya! Hehe...

Tips Modifikasi Motor
Gizoner, neh tak kasih bonus buat kalian yang hobby menghancurkan motor, ups salah, memodifikasi motor, ding! Para Gizoner, kadang ketika kita memodifikasi motor kita, sering kali kita tidak memperhatikan aspek savety (keamanan) dan ketidak sesuian dengan aturan yang berlaku. Nah, untuk menghindari tersebut, ada beberapa hal yang musti kamu perhatikan:
Pertama, jika kamu tidak bisa memodifikasi motor dengan profesional, mending kamu minta bantuan modifikator sepeda motor yang telah berpengalaman, sehingga perubahan terhadap rangka dapat diperhitungkan secermat mungkin, karena tanpa perhitungan yang matang dalam memodif sepeda motor, bisa jadi akan berakibat merugikan sang pengendara. Misalnya saja, motor bakal tidak nyaman dikendarai, onderdil cepat rusak dan yang lebih parah lagi adalah berujung pada kecelakaan.
Kedua, usahakan menggunakan suku cadang berkualitas, ini sangat penting untuk menjamin kualitas modifikasi itu sendiri, selain itu dapat menghindarkan dari kecelakaan buat para pengendaranya.
Tiga, ingat! Perubahan yang diberlakukan pada komponen motor tidak menghapus fungsi dasarnya. Misalnya, perubahan pada lampu utama dan lampu stop, weser, kaca spion dan lain-lain, karena banyak hasil modiffikasi yang mengurangi fungsi-fungsi dasar tersebut tadi atau bahkan menghilangkanya, selain melanggar aturan berlalulintas, perubahan seperti itu juga dapat membahayakan sang pengendara.
Empat, jika ada perubahan yang sangat mencolok. Seperti warna motor, usahakan untuk dilaporkan kepada petugas yang berwenang untuk dimutasikan pada BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor), agar kamu tidak kena masalah dikemudian hari ketika sedang asyik-asyiknya mengedarai motor modifikasimu rame-rame beserta gank kamu. Met mencoba! Plus, hati-hati di jalan, ya! (Aries Adenata/dari berbagai sumber)

*Dimuat di majalah Gizone edisi 12

Selasa, 02 Februari 2010

Benarkah Tampan Sama Dengan Bertubuh Atletis?





Apa yang ada dalam benak Gizolista ketika mendengar kata `Tampan`? Lelaki bertubuh kekar, otot-ototnya bertonjolan keluar, gede bodynya alias bertubuh atletis. Yah, kalau dalam benak Gizolista juga berpikiran kayak gitu. Ccccc....istighfar dulu. Loh, kok pakai istighfar? Iya dong, berarti nggak ghodzul bashor ya? Hehe....yupz, gizolista, kita luruskan pandangan kita. Tampan itu yang bagaimana sih. Apakah kudu bertubuh atletis, ototnya bertonjolan keluar atau tampan itu yang bagaimana?
Tubuh Ideal
Kalau bicara tentang bentuk tubuh, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah tubuh ideal itu yang bagaimana dan bagaimana mencapai tubuh ideal itu. Menurut spesialis gizi klinis dari Universitas Indonesia, dr Fiastuti Witjaksono, MSc, SpGK (dikutip dari Tempo Interaktif), untuk membentuk tubuh ideal, sesorang membutuhkan nutrisi, khususnya untuk lelaki dewasa. "Secara umum lelaki dewasa butuh 2.000-3.000 kalori setiap harinya,". Menurut dia, rumus makan bisa disederhanakan menjadi tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil untuk setiap harinya. Perlu diingat juga, "Waktu makan tidak boleh dilewati."
Namun, untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kata dokter Fiastuti ini sangat bergantung pada aktivitas dan berat badan. Seseorang tidak mungkin memperoleh tubuh ideal dalam hitungan hari atau minggu. Artinya, tetap harus melakukan perbaikan pola makan secara bertahap dan teratur. Misalnya, jika berat badan berlebihan, jumlah makanan harus dikurangi. "Bisa dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemaknya." Namun, patut dicamkan, mengurangi jumlah makan tidak berarti secara drastis akan membuat berat badan merosot. Penurunan berat badan yang aman, kata Fiastuti, pada kisaran 2 hingga 5 kilogram per bulan. Tubuh memiliki mekanisme sebagai indikasi keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Jika asupan gizi yang masuk cuma sedikit, metabolisme tubuh akan turun.
Ditambahkan lagi oleh Kepala Pusat Divisi Penelitian Susana STP, PD.Eng (Dikutip dari Tempo Interaktif), ”Gaya hidup perkotaan memicu terjadinya fenomena thin outside, fat inside. Walaupun bentuk tubuhnya terlihat ideal, bahkan kurus, kadar lemak dalam tubuhya lebih dari normal. "Sebab itu, perlu diperhatikan tiga aspek penting untuk memiliki tubuh yang sehat, yaitu konsumsi makanan seimbang, olahraga teratur, serta istirahat cukup."
Artinya, tubuh ideal adalah tubuh yang proposional yang berdasarkan pola makan seimbang, olahraga teratur, serta istirhat cukup.
Sifat yang Ideal
Nah, Gizolista ketika kita berbicara tentang tampan yang identik dengan tubuh yang ideal, tentunya kita juga tidak bisa mengenyampingkan bahwa tampan itu tidak saja dipandang dari bentuk tubuh melainkan juga perangai atau sifatnya.
Lalu, sifat yang ideal itu yang bagaimana. Ada sepuluh profil atau ciri khas yang harus lekat pada pribadi muslim yang ideal. Pertama Salimul Aqidah. Yaitu aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam (QS 6:162).
Kedua Shahihul Ibadah. Yaitu ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan, “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
Ketiga Matinul Khuluq. Yaitu akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung (QS 68:4).
Keempat Qowiyyul Jismi. Yaitu kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya. Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah (HR. Muslim).
Kelima Mutsaqqoful Fikri. Yaitu intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).
Keenam Mujahadatul Linafsihi. Yaitu berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).
Ketujuh Harishun Ala Waqtihi. Yaitu pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Nabi Saw juga menyinggung memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
Kedelapan Munazhzhamun fi Syuunihi. Yaitu teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena, itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Kesembilan Qodirun Alal Kasbi. Yaitu memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.
Kesepuluh Nafi’un Lighoirihi. Yaitu bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).
So, Gizoliosta, tampan adalah sesorang yang memiliki sifat yang baik dan tubuh yang sehat!

Aries Adenata

Dimuat di majlah Gizone edisi 10

Senin, 07 Desember 2009

Mendaki Gunung, Cowok Banget?



Mendaki Gunung, Cowok Banget?
Aries Adenata


Apasih aktivitas yang mengidentikan bahwa aktivitas tersebut adalah aktivitas asli milik cowok. Nah loh…? Apa ya! Yup…aktivitas itu adalah mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama kita… loh, kok malah menyayikan soundtracknya Ninja Hatori. Hehe…Aktivitas mendaki gunung kerap kali didentikan ativitas cowok, karena disana membutuhkan stamina, keberanian, dan tantangan.
Nah G!zolista, ada beberapa tips kalau kalian ingin ikut-ikutan mendaki gunung (cewek juga boleh kok! Asal bersama muhrimnya) atau saudara laki-laki kalian, om, paman, ayah, tetangga, juga ingin iku-ikutan. Ada beberapa tips agar kita mulus dan aman dalam medaki gunung.
Pertama adalah memilih barang yang dapat berfungsi ganda. Perlengkapan yang berfungsi ganda tujuannya adalah untuk meringankan berat beban yang harus kita bawa. Contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di keril. Serta barang yang lain.
Kedua adalah matras. Simpanlah matras didalam keril. Jangan simpan matras diluar, memang kelihatannya penyimpanan dengan cara mengikatkan di luar kelihatan keren. Akan tetapi, akan mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi. Ntar kalau G!Zolista nyangkut di pohon gimana hayo? Satu kampung bakal nyari kamu!
Ketiga adalah kantung plastik. Kantung plastik ini berguna untuk tempat sampah yang harus kita bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Ingat, pendaki gunung adalah pecinta alam. Bukan seperti yang selama ini dilakukan pendaki gunung, yang mengaku pencinta alam, namun membuang sampah sembarangan dan mencoret-coret bukan pada tempatnya.
Keempat adalah menyimpan makanan. Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.
Kelima adalah menyimpan korek api batangan.
Simpan korek api batangan di dalam bekas tempat film (photo), agar korek api selalu kering. Kadang cuaca berubah-ubah, tiba-tiba kabut, hujan, badai. Jika korek disimpan dalam film (photo), kita tidak akan kebingungan untuk menyalakan api, karena sudah terlindungi dari cuaca buruk.
Terakhir adalah packing barang atau menyimpan perbekalan.
Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat keril digunakan, beban terberat berada dipundak dan bukan di pinggang, sehingga memudahkan kaki melangkah. Selamat mencoba, semoga tidak tersesat digunung ya…! Hehe…(diambil dari berbagi sumber)

*Dimuat dimajalah Gizone edisi 2
**Kerja Keras adalah Energi Kita

Benarkah Lelaki Suka Menebar Pesona?


Benarkah Lelaki Suka Menebar Pesona?
Aries Adenata
(Ketua Umum FLP Solo Raya)



Sebuah Asumsi
“Maaf, Mas kalau bersikap hati-hati, dong! Ntar yang perempuan bisa jadi ke-GR-an” celetuk salah satu akhwat pada sebuah komunitas. Nah, loch! Kalau ada yang berkata demikian, sebenarnya yang menebar pesona itu kaum adam atau kaum hawa, sih? Jangan-jangan, hanya kaum hawa saja yang ke-GR-an. Atau memang betul bahwa lelaki itu suka menebar pesonanya pada semua kaum hawa. Ibarat menebar jaring, tergantung ikannya akan terjerat atau tidak.
Yuk, kita obrolin seputar fenomena virus hati yang lagi rame dibicarakan oleh kalangan aktifis dakwah. Beberapa waktu yang lalu, kak Aden sempat berbincang dengan Mas Burhan Sodiq, penulis buku “Gombal Warning” seputar permasalahan tersebut. Menurut Mas Burhan, panggilan akrabnya. Ia mengatakan bahwa sebenarnya dikalangan kaum adam pada awalnya tidak ada niatan atau sengaja mengubar pesona mereka terhadap para hawa. Akan tetapi, bagi kaum adam yang terjun di rimba belantara dakwah, apalagi lelaki itu cukup dominan dan punya peran yang strategis dalam komunitasnya. Maka, ia akan cenderung untuk tampil lebih cerdas dan lebih salih dibandingkan dengan lelaki yang lainnya. Misalnya, di seminar ia akan tampil lebih menonjol.
Yups, berarti diawal tidak ada unsur kesengajaan untuk menebar pesona, dong? Mas Burhan menekankan bahwa diawal tidak ada unsur kesengajaan. Namun, jumlah lelaki yang lebih sedikit dibandingkan jumlah perempuan yang semakin membengkak, memberikan peluang kepada kaum adam untuk melakukannya. Disamping itu, interaksi dengan perempuan yang tinggi juga menimbulkan atau memancing untuk berbuat hal tersebut. So, sebenarnya yang berbuat lebih dahulu kaum adam atau kaum hawa, ya? Menurut Ustadz Hata Syamsudin, kaum adam punya kecenderungan untuk tebar pesona. Karena secara umum fitrah manusia tertarik dengan lawan jenisnya, secara khusus laki-laki memang disebutkan dalam Ali Imron ayat 14 “Dijadikan indah dalam pandangan manusia, cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. Nah, kalau itu pendapat Ustadz Hata. Bagaimana kalau pendapat Mas Burhan Sodiq, beliau mengatakan bahwa kedua-duanya berperan. Sambil bercanda Mas Burhan nyletuk “Awas rayuan gombal lelaki. Tapi, awas lebih dahsyat rayuan permpuan”. So, Gizolista mau mendukung pendapat yang mana?

Faktor yang Berpengaruh
Nah, kalau berbicara tentang tebar pesona, tentu ada kaitannya dengan yang namanya VMJ alias virus merah jambu yang menjangkit dikalangan kaum adam maupun kaum hawa. Sebenarnya faktor apa yang mempengaruhi sehingga mereka bisa terserang yang namanya VMJ tersebut. Pertama adalah faktor bacaan. Jika buku bacaan, apalagi yang dibaca adalah cerita-cerita yang berlabel islami namun isinya tidak mencerminkan islami. So, secara tidak sadar mereka akan terpengaruh dengan bacaan tersebut. Kedua adalah faktor televise. Faktor ini juga berpengaruh sangat dominan terhadap penyebaran VMJ, karena hampir tiap hari, bahkan tiap jam televise menyuguhkan tayangan tentang pacaran, percintaan, selingkuh dan semua hal yang berbau dengan CINTA. Meskipun, para kaum adam dan hawa sudah ikut kajian rutin tiap hari. Coba bayangkan, televise akan hadir dihadapan mereka setiap jam, sedangkan kajian rutin paling hanya sepekan sekali, itupun masih bolong-bolong. Hayo ngaku? Gizolista kajiannya rutinnya masih bolong-bolong, kan? Ditambah lagi para murabi alias guru yang ngaji tidak punya televisi, bahkan bangga mengaku tidak punya televisi. So, dengan demikian jika ada santrinya yang bertanya seputar permasalahan dan masalah yang muncul akibat dari tayangan televisi, guru ngajinya tidak bisa menjawab. Lalu, kemana mereka akan mencari jawaban!!!
Faktor ketiga adalah lingkungan. Jika lingkungan kondusif, tidak ada yang main-main dengan VMJ tersebut. Maka, akan mampu mencegah VMJ tersebut. Jikalau di dalam komunitas itu ada yang terserang VMJ dan sang murabi atau pemimpin komunitas tersebut tidak tegas. Maka, dengan cepat VMJ itu akan dianggap sebuah virus yang tidak dipermasalahkan oleh komunitasnya.
Tips
Gizolista, biar tidak pada adu otot! Siap sih yang sebenarnya memulai tebar pesona dan menjangkitnya VMJ dikalangan kalian. Gini aja! Kita kita tidak usah berantem tuk mencari siapa yang memulai. Tapi, bagaimana kita menghindarinya. Sepakat? Nah, ada beberapa kiat atau tips yang bisa Gizolista gunakan. Pertama adalah membuat komitmen dikalangan kaum adam dan hawa yang ada di komunitas dakwah tersebut. Dengan komitmen bahwa mereka berada di komunitas dakwah tersebut untuk berdakwah dan menyeru kebaikan. So, tidak ada kamus istilah tebar pesona. Kedua adalah sikap tegas dari sang murabi atau pemimpin komunitas dakwah tersebut. Jika kedepannya ada yang berulah tebar pesona, maka, harus segera diseterilisasikan. So, jika sudah ada yang melanggar komitmen diatas. Maka, komitmen yang sudah dibuat bisa digunakan senjata untuk bersikap tegas terhadap mereka yang melakukannya. Ketiga adalah jaga pandangan diantara kaum adam dan hawa. Keempat adalah tidak adanya iktilaf. Meskipun dalam Islam juga mengenal hubungan interaktif antara kaum adam dan hawa, tetapi ada koridor-koridor yang mesti ditaati, biar tidak terjerumus pada hal-hal yang negative.
Lah, kalau gitu jawabannya apa, dong? Loch, kok masih nekad nanya yang memulai. Semuanya punya peluang untuk memulai menebar pesona. Tidak bisa memberikan judgment kepada kaum adam maupun kaum hawa. Yang penting, `Lanjutkan` berbuat kebaikan or `Lebih cepat, lebih baik` meninggalkan keburukan. Oke?

*Dimuat di Majalah Gizone edisi 6
**Kerja Keras adalah Energi Kita

Adakah Lelaki yang Jujur?


Adakah Lelaki yang Jujur?
Aries Adenata
(Ketua Forum Lingkar Pena Solo Raya)


Semua Lelaki Gombal?
Ah, tak ada lelaki di dunia ini yang jujur. Semuanya gombal! Sebuah streotip yang sudah umum di kalangan kita, benarkan Gizolista? Yah, disetiap perkataan lelaki memang ada kebohongan. Lah, masih ngotot lagi kan! Bahwa lelaki itu pada pembohong! Cccck, mungkin dalam otak gizolista sudah bercokol kata `gombal` tuk semua lelaki karena keseringan nonton sinetron Indonesia yang murahan alias nggak bermutu. Menampilkan lelaki hidung belang, suka selingkuh, menyakiti para wanita d-el-el. Pokoknya lelaki digambarkan kaum yang suka mendeskriditkan kaum hawa. Apalagi kalau kaum hawa yang punya pengalaman buruk dengan lelaki, wah makin memperparah lagi presepsi tentang lelaki.
Nach loch! Kalau gizolista juga berpikiran demikian, wah-wah, sudah kecuci otaknya ma tayangan sinetron yang tak bertanggung jawab itu. Minta pertaggung jawabannya dong! Lah kok, malah nglindur tentang tanggung jawab.
PRnya sekarang adalah, kenapa sih harus jujur, benarkah lelaki itu pembohong dan bagaimana perilaku yang jujur itu. Yupz, kita kupas tuntas tentang kejujuran biar kaum hawa tidak selalu berpikiran negatif terus.
Sebuah Kejujuran
Kenapa sih harus jujur? Nah, gitu dong yang ditanya, biar kita paham kenapa jujur. Gizolista Nabi Muhammad saw bersabda, "Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya Kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya Kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka." (HR Bukhari).
Subhanallah siapa yang nggak mau ke surga. Setiap orang pasti mau ke Surga, tidak hanya kaum hawa, kaum adam pun juga menginginkan surga, jadi surga bukan monopoli kaum hawa. Nah, salah satu jalan untuk menggapai ke surga adalah dengan kejujuran. So, jujur adalah hak bahkan wajib tuk semua kaum, baik hawa maupun adam. Ada nggak sih kisah kekjuran? Lah, masih ngotot lagi. Ada banyak kisah kejujuran yang dapat menginspirasi kita di dunia ini.
Kisah Kejujuran yang Inspiratif
Abdullah bin Dinar meriwayatkan, suatu hari ia melakukan perjalanan bersama Khalifah Umar bin Khathab dari Madinah ke Mekah. Di tengah jalan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji Kejujuran si gembala. Kata Khalifah Umar, "Wahai gembala, juallah kepadaku seekor kambingmu." "Aku hanya seorang budak, tidak berhak menjualnya," jawab si gembala. "Katakan saja nanti kepada tuanmu, satu ekor kambingmu dimakan serigala," lanjut Khalifah. Kemudian si gembala menjawab dengan sebuah pertanyaan, "Lalu, di mana Allah?"
Khalifah Umar tertegun karena jawaban itu. Sambil meneteskan air mata ia pun berkata, "Kalimat 'di mana Allah' itu telah memerdekakan kamu di dunia ini, semoga dengan kalimat ini pula akan memerdekakan kamu di akhirat kelak." Kisah di atas merupakan gambaran pribadi yang jujur, menjalankan kewajiban dengan disiplin yang kuat, tidak akan melakukan kebohongan walau diiming-imingi dengan keuntungan materi.
Tak kalah hebatnya kejujuran Rasulullah, bagaimana beliau berdagang dengan kejujuran, beliau mengatakan dengan jujur harga kulakan barang dagangannya dan keburukan barang dagangannya, selanjutnya terserah kepada pembeli mau memberi keuntungan berapa. Subhanallah, betapa jujurnya ya! Tak hanya dalam hal dagang saja, beliau juga tidak pernah berbohong dalam setiap perkataannya menyangkut semua hal, hingga beliau mendapat gelar al amin di masyarakatnya, padahal kala itu masyarakatnya masih jahiliyah.
Kejujuran yang Mengharu Biru
Rasulullah memerintahkan kepada para pengikutnya untuk menyerang Romawi. Namun, ada beberapa sahabat yang tidak mengikuti peperangan tersebut. Salah satunya adalah Ka`ab bin Malik. Ketika selesai perang, Rasulullah menanyakan kepada para pengikutnya kenapa mereka tidak ikut berperang. Sebagia dari mereka memberikan berbagai alasan agar terhindar dari murka Allah. Tetapi, lain halnya dengan Malik, ia berkata jujur bahwa tidak ada alasan yang menyebabkan ia tidak ikut berperang.
Mendengar apa yang disampaikan Ka`ab, Rasulullah kemudian meminta para pengikutnya untuk mengucilkannya. Ketika masa pengucilan tersebut, para pengikut Rasul sama sekali tidak mau berbicara dengannya. Bahkan, Rasulullah pun melakukan hal yang sama.
Bahkan, Rasululah memerintahkan agar Ka`ab meninggalkan istrinya sebelum Allah memutuskan perkaranya. Sebuah kejujuran yang sangat menyakitkan bagi Ka`ab, namun, ia berani berkata jujur karena ia takut terhadap murka Rasul dan murka Allah. Dan akhirnya pengumuman turun bahwa taubatnya Ka`ab diterima oleh Allah SWT. Sungguh, kejujuran yang menyakitkan namun membahagiakan, Ka`ab langsung mendapatkan pengampunan langsung dari Allah SWT .


Sudah Saatnya Tak Ada Curiga
Sudah saatnya keraguaan atau streotip bahwa lelaki tak ada yang jujur dihapus, banyak kisah yang dapat kita petik bahwa lelaki pun banyak yang berbuat jujur. Ayah kita, kakek kita, adik atau kakak kita juga laki-laki, mereka berhak untuk mendapatkan pengakuan bahwa meraka adalah lelaki sholeh yang jujur demi menggapai surga.
Sudah saatnya tak ada curiga diantara kaum adam dan hawa. So, mari gapai surga dengan kejujuran! (diambil dari berbagai sumber)

*Dimuat di Majalah Gizone edisi 7
**Kerja Keras adalah Energi Kita

Gue Ngrokok, Gue Cowok?


Gue Ngrokok, Gue Cowok?
Aries Adenata, S.S


Sebuah Stempel
Gizolislta pasti pernah mendengar, atau bahkan sering mendengar ungkapan, “Luh tuh yee, nggak rokok nggak gaul!”, yang lebih ekktrim habis, “Luh tuh yee, nggak rokok, bukan cowok! Banci”. Duabrak….segitunya, ya! Padahal, di perempatan lampu merah, kadang kita juga melihat bencong alias banci juga rokok. Hayo? Berarti kalau ngrokok banci dong?! Nah, Gizolista bingung kan. Kelihatan, dahinya mengreyit, sambil garuk-garuk kepala!
Gizolista, itulah stempel yang sudah melekat di kalangan anak muda, khususnya para pacandu rokok, bahwa kalau nggak ngrokok, maka dia bakal di beri cap sebagai banci di dalam pergaulannya. Inilah yang membuat orang yang nggak rokok jadi keki untuk bergaul diantara mereka, jadinya mereka mending ngumpet di rumah, ampai-ampai ke kolong tempat tidur kali! Hehe…Stempel yang kadung menyebar luas inilah yang mungkin menjadi salah satu penyebab meledaknya penghisap rokok di kalangan anak muda di Indonesia. Entah siapa yang pertama kali membuat opini atau merekayasanya. Alih-alaih sang pengguna rokok kadang berbuat atau berkata menjengkelkan bagi orang-orang tidak merokok. Misalnya ketika ada yang negur agar tidak merokok di dalam bus atau tempat umum. “Maaf Mas, rokoknya dimatikan, dong!”, malah memberikan jawaban yang ketus, “Hidungnya tuh, ditaruh di rumah aja! Biar nggak ngrepotin! Nah loch! Gimana hayo kalau nemuin orang yang berkata demikian. Eits, kalau dibalik atau dibalas demikian gimana, ya? “Huuh, berani ngrokok, tapi nggak berani nelen asapnya!”. Tetetet….dan pemenangnya adalah…? Wah, wah, kayak adu jotos aja! Biar nggak berantem, sebenarnya faktor-faktor apa yang menyebabkan mereka itu merokok sih?
Faktor-faktor penyebab merokok dapat dibagi dalam beberapa golongan sekalipun sesungguhnya faktor-faktor itu saling berkaitan satu sama lain.
Faktor-faktor penyebab orang merokok
Satu, Faktor Genetik. Gizolista, ada sebuah studi menyebutkan bahwa faktor genetik sebagai penentu dalam timbulnya perilaku merokok. Studi menggunakan pasangan kembar membuktikan adanya pengaruh genetik, karena kembar identik, walaupun dibesarkan terpisah, akan memiliki pola kebiasaan merokok yang sama bila dibandingkan dengan kembar non-identik. Akan tetapi, secara umum, faktor turunan ini kurang berarti bila dibandingkan dengan faktor lingkungan dalam menentukan perilaku merokok yang akan timbul. Hmm, bukan berarti kalau bokap or nyokap kita ngrokok, trus kita punya dalih untuk merokok lho!
Kedua, Faktor Sosial. Faktor ini adalah faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan untuk memulai merokok. Orangtua, kakak, jenis sekolah, dan usia bukanlah faktor yang kuat, tetapi yang paling berpengaruh adalah jumlah teman-teman yang merokok. Diantara anak laki-laki yang menyatakan 'tidak ada' temannya yang merokok, ternyata tidak ditemukan anak yang merokok. Sedangkan, 62 persen perokok di kalangan anak-anak yang ditanya temannya merokok, mereka menjawab 'semua' temannya merokok. Waduh, berarti pesen para orang bijak benar, ya! “Siapa kawanmu, maka ia akan menujukan siapa dirimu”. Makanya, cari temen yang baik dan sholeh, biar kalian tertular oleh kebiasaan baiknya. Nah, jika kalian beteman dengan sembarangan, so, kalian bakal ketularan virus. Lho, kok kayak penyakit. Ya, penyakit masyrakat! Biar tidak meresahkan banyak orang, biar tidak membuat susah orang lain, biar tidak ngrepotin orang lain, biar tidak ngganggu ketertibaban umum…waduh! Banyak banget negaitfnya? Ya, iya lah, masak ya, iya dong!
Ketiga, Faktor kejiwaan (psikodinamik). Teori yang paling masuk akal adalah bahwa merokok itu adalah suatu kegiatan kompensasi dari kehilangan kenikmatan oral yang dini atau adanya suatu rasa rendah diri yang tak nyata. Freud, yang kebetulan juga pecandu rokok berat, menyebut bahwa pada sebagian anak-anak terdapat 'peningkatan pembangkit kenikmatan di daerah bibir' yang bila berkelanjutan dalam perkembangannya akan membuat seseorang mau merokok. Ahli lainnya berpendapat bahwa merokok adalah semacam pemuasan kebutuhan oral yang tidak dipenuhi semasa bayi. Teori ini ditunjang dengan pengamatan akan adanya hubungan antara perilaku merokok dengan kebiasaan menggigit kuku, mengunyah permen karet dan kebiasaan makan minum yang berlebihan. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebagai pengganti merokok pada mereka yang sedang mencoba berhenti merokok.
Keempat, Faktor Sensorimotorik. Buat sebagian perokok, kegiatan merokok itu sendirilah yang membentuk kebiasaan tersebut. Sosok sebungkus rokok, membukanya, mengambil dan memegang sebatang rokok, menyalakannya, mengisap(menyedot/inhalasi), mengeluarkan sambil mengamati asap rokok, aroma, rasa dan juga bunyinya, semua berperan dalam terciptanya kebiasaan ini. Dalam suatu penelitian ternyata lebih dari 11 persen menganggap aspek-aspek ini penting buat mereka. Hal ini juga jelas terlihat dalam perilaku seorang pengisap pipa yang secara tekun melakukan 'upacara' mencabut, membersihkan, mengetuk-ngetuk, mengisi tembakau dan akhirnya menyulutnya dengan cara khas pula, walaupun pada akhirnya hanya ditutup dengan satu atau dua isapan saja. Ciele, berarti sebuah kebiasaan akan menjadi atau faktor pembentuk kecanduan, ya! Nah loh, makanya buat suatu kebiasan yang poisitf agar kalian menghasilkan Sesuatu yang positif. Misalnya, tiap hari nulis dalam buku diary, fitness tiap seminggu sekali, atau makan bakso sehari tiga kali, eh, kayak minu obat aja, ya! Sorry, diralat, makan bakso kalau di kantong pas ada duit! Hehe…
Sebuah Slogan&Zat Bahaya Dalam Rokok
Gizolista pernah melihat sebuah tulisan atau slogan yang sering dikampanyekan oleh temen-temen kita yang peduli kesehatan, nggak? Misalnya, “Matikan Rokok Anda Sebelum Rokok Mematikan Anda”, wuih, serem ya slogannya. Nah, jadi takut, kan! Meriding, kan! Slogan tersebut memang sengaja dibuat untuk menyadarkan manusia bahwa di dalam rokok itu mengandung banyak zat yang mematikan. Diantaranya; Nikotin, sebuah zat paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Nah loh! Itu baru satu zat. Gimana zat yang lainnya? Kedua, Timah hitam (Pb). Untuk ukuran sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayakangkan bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh. Kebayang nggak? Hehe…Ketiga, Gas karbonmonoksida (CO). Zat ini memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernasapan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen. Keempat, adalah Tar. Zat Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengedapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg. Nah tuh! Banyak banget kan zat berbahaya dalam rokok. Mau mati lebih cepat?
Gizolista, sekarang kamu sudah tahu tentang faktor yang menyebabkan orang merokok dan zat apa saja yang terdapat dalam rokok. Nah, sekarang giliran kamu untuk ikut beraksi dalam kampenya anti rokok. Ingetin saudara laki-laki kamu. Keren Tanpa Rokok! Sepakat? (diambil dari berbagai sumber)

*Dimuat dimajalah Gizone edisi 5
**Kerja Keras adalah Energi Kita

Cowok Metroseksual


Cowok Metroseksual
Aries Adenata, S.S
Sejarah Metroseksual
Pernah mendengar kata cowok Metroseksual? Wuih...apaan tuh! Banci, dandi, feminim, suka dandan, seneng gaya or maskulin. Wah, ndak usah membrondong dengan bejibun istilah yang ndak jelas gitu dong! Yuk, kita tengok sejarah istilah itu bisa nongol ke permukaan bumi ini. Istilah Metroseksual itu diperkenalkan oleh Mark Simpson, kolomnis fashion Inggris, dalam bukunya, Male Impersonators: Men Performing Masculinity, pada 1994 untuk menggambarkan kelompok anak muda berkocek tebal yang hidup di kota besar (metropolis) atau di sekitarnya, sangat menyayangi bahkan cenderung memuja diri sendiri (narcisstic), serta sangat tertarik pada fashion dan perawatan tubuhnya. Kulit mereka mulus, lembut, putih. Loh, kok mirip Sapi, ya! Hehe.... Wajahnya yang halus tampak dipoles bedak tipis, sementara kukunya dicat dan bibirnya dioles lip balm, bahkan kadang terlihat mengkilap karena dipulas lip gloss.
Meski sama-sama pesolek dan pemuja diri sendiri, Simpson berpendapat bahwa Metroseksual dan Dendi itu berbeda. Kalau Deendi adalah gaya kaum bangsawan abad ke-18. Selain itu, bagi dandi, gaya busananya cenderung konservatif dan mengikuti pakem. Sedangkan cowok Metroseksual justru berani berekplorasi dengan gaya busana. Wah, serem nggak, ya?
Sebab-Sebab Perubahan
Wah, kenapa laki-laki bisa kayak gitu, ya? G!zolista pasti juga punya pertanyaan yang sama, kan! Nah, kita bahas dengan beberapa teori, yuk!
Pertama adalah Faktor Lingkungan. Begini, Dalam teori nativisme, perkembangan perilaku semata-mata hanya tergantung pada faktor lingkungan dan tidak mengakui adanya pembawaan yang dibawa lahir. John locke, tokoh empirisme mengungkapkan teori yang disebutnya tabula rasa yaitu jiwa manusia yang baru lahir itu adalah seperti meja atau papan lilin yang belum tergores. Masih suci gitu loch! Nah, bayi itu kelak sepenuhnya tergantung pada pengalaman-pengalaman apa yang memenuhi jiwa anak tersebut. Aliran ini disebut juga aliran optimisme. Lingkungan sering disebut miliu, environment atau juga disebut nurture. Lingkungan dalam pengertian psikologi adalah segala apa yang berpengaruh dalam diri individu dalam berperilaku.
Lingkungan turut berpengaruh terhadap perkembangan pembawaan dan kehidupan manusia. Lingkungan dapat digolongkan menjadi: Satu, lingkungan manusia. Yang termasuk kedalam lingkungan ini adalah keluarga, sekolah, dan masyarakat termasuk didalamnya kebudayaan, agama taraf kehidupan, dan sebagainya. Kedua, lingkungan benda. Yaitu benda yang terdapat disekitar manusia yang turut memberi warna pada jiwa manusia. Ketiga, lingkungan geografis. Latar geografis turut mempengaruhi corak kehidupan manusia. Masyarakat yang tinggal di daerah pantai mempunyai keahlian, kegemaran, dan kebudayaan yang berbeda dengan manusia yang tinggal di daerah yang gersang.
Kebanyakan cowok metroseksual adalah orang-orang yang dituntut oleh lingkungan untuk dapat selalu tampil prima dan penuh percaya diri. Maka, dari itulah mereka harus bisa mencerminkan karakteristik yang penuh dengan karisma karena mereka adalah para eksekutif muda yang harus memiliki hubungan interpersonal dan jaringan atau networking yang baik, atau mereka mungkin adalah para entertain yang harus memiliki penampilan yang "menjual".
Kedua adalah faktor Ekonomi. Kenapa? Karena Metroseksual sangat dekat dengan budaya konsumtif yang berlebihan. Disadari atau tidak cowok Metroseksual cenderung berlebihan atau boros dalam menggunakan uangnya. Berbagai perawatan ekstra yang seharusnya tidak perlu mereka dapatkan, dilakukannya pula. Mengingat bahwa para metrosexsual ini adalah orang mapan dan berpenghasilan menengah ke atas. Hal tersebut diperparah karena produk-produk yang dikonsumsinya rata-rata adalah produk impor atau luar negeri. Jika saja ia mau membeli produk dalam negeri, maka jumlah devisa yang bisa didapatkan oleh negara tentunya akan meningkat.
Jebakan Kapitalisme
Patut dicurigai, sebenarnya kapitalisme globalah yang menciptakan fenomena Metroseksual, bukannya Metroseksual itu yang muncul lebih dulu kemudian diikuti oleh produk-produk yang mendukungnya. Sebenarnya, sudah cukup lama para pedagang produk konsumtif
kapitalis dan agen periklanan mengincar pasar ( produk ) fashion untuk para pria heteroseksual (tanpa harus mendapat stigma sebagai "banci" atau gay) sehingga dimunculkan istilah Metroseksual agar tidak ada konotasi negatif untuk cowok yang suka dandan. Dengan munculnya istilah tersebut, kesan bahwa cowok yang suka dandan itu adalah gay, banci ataupun biseksual akan hilang. Kemudian, para cowok menjadi sasaran empuk para kapitalis, karena dunia cowok yang sebelumnya merupakan pasar yang paling susah dijangkau untuk produk fashion dan kosmetik. Nah loch! Kejebak, deh! (diambil dari berbagi sumber)

*Dimuat di Majalah Gizone edisi 4
**Kerja Keras adalah Energi Kita
.

Cewek Heroik di Mata Lelaki


Aries Adenata
(Ketua Forum Lingkar Pena Solo Raya)


Apa Kata Mereka?
Apa kata para cowok jika melihat tingkah polah para cewek yang bergaya heroik. Yuk, kita intip! Neh, berdasarkan survey yang dilakukan via FB. Ada beberapa komen. Ada dua kutub pendapat.
Kutub Pertama, dari Mokh Zaenal, guru muda di Banjarmasin “Mengerikan coy! Cewek itu mestinya feminim, lembut! Kalau heroik mendingan kabur aja deh”. Wuiz... mas Zaenal takut, ya? Bagaimana dengan Denis Afrandi, penulis buku Zodiak boleh, nggak? ”Takut mas ngelamarnya. Haha...”. Waduh, kutub yang ini ternyata kagak simpatik pada cewek yang berkelakuan heroik. Mereka menginginkan cewek yang lemah lembut, gitu kali!
Kutub yang kedua, Billy Antoro, aktifis FLP DKI ”Saya senang sekali melihat cewek yang heroik, membela kaum lemah dengan semampunya. Contohnya Kartini, Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, dll. Dalam hal ini, tidak ada pembedaan antara cewek dan cowok. Lha, di zaman Rasulullah saw ajah banyak sekali mujahidah yang berperang bersamanya.”. Sedangkan Roby Syahputra, orang Aceh mengatakan “Cewek yang heroik adalah cewek idaman republik ini. Sebab, ia mampu memainkan perannya sebagai tiang negara dan pembangun peradaban ummat. Bukan saja peran domestik sebagai istri dan ibu, tapi juga peran publik sebagai da'i yang menjadi tulang punggung kejayaan bangsa, sebagaimana yang telah dicontohkan para shahabiyah dan pahlawan perempuan Indonesia: Cut Nyak Dhien, Keumalahayati, Dewi Sartika atau seperti syahidah Palestina semacam Ayat Al Akhrash”. Nah, kalau kutub yang kedua ini memandang sangat simpatik dengan para cewek yang heroik. Bahkan mereka mendukung habis para cewek heroik.
Definisi Heroik
Eeeits...sebelum ribut, kita lihat dulu apa itu definisi Heroik. Heroik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bersifat kepahlawanan, sedangkan sifat kepahlawan ialah keberanian dalam membela keadilan dan kebenaran. Nah, sekarang sudah pada tahu kan! Apa itu heroik, yups, sekarang kita kembali ke jalan yang lurus, maksudnya, kembali ke pembahasan yang sebenarnya.
Kalau kita simpulkan, berarti ada dua kutub pendapat tentang cewek heroik dimata cowok. Pendapat pertama mereka tidak berkesan, dikutub yang lain sangat berkesan. So, tergantung dari sudut pandang mana para lelaki melihat para cewek. Tidak bisa digeneralisir bahwa lelaki memandang cewek heroik dengan satu sudut pandang saja. Tergantung tipe para lelaki itu sendiri.

Wanita yang Utama

Ummu Salamah ra. Bertanya kepada Rasulullah saw., ”Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari di surga?” Rasulullah saw. Lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama daripada bidadari surga karena shalat, puasa, dan ibadah yang dilakukan mereka ”Allah SWT memberi cahaya di wajah mereka, mereka mengenakan sutera di tubuhnya, warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupaan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan, `Kami adalah perempuan-perempuan abadi yang takkan mati. Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanya. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya.” Yupz, berarti wanita yang utama adalah wanita yang menjaga shalat, puasa dan ibadahnya kepada Allah SWT bukan terletak pada heroik atau tidak heroiknya seorang cewek.

The True Heroik Girl

Gizolista, coba bayangkan jika ada seorang cewek yang berjilbab di kala teman-teman tidak berjilbab, ia kukuh tuk terus berjilbab. Di kala sohib-sohibnya cipika cipiki ketika ketemu teman yang lawan jenis. Ia bahkan tidak mau bersentuhan tangan. Ketika teman-temannya lagi senang-senangnya pacaran, ia justru mencari the true love dengan bertaqarub. Kala banyak orang remaja pada keblenger obat-obat haram, ia menjauh. Di saat kawan-kawannya tenggelam dalam jurang kenistaan, free sex, ia sibuk mencari ilmu.
Tak hanya sekedar ikut arus, namun, ia mencari hakekat sesungguhnya seorang mulimah, tahu hukum berjilbab, hukum haid, hukum nifas, bersuci, dan all about tentang kecewekan yang harus didasari dengan syar`i.
So, cewek heroik adalah bagaimana ia menjadikan dirinya muslimah yang sesungguhnya...

*Dimuat di Majalah Gizone edisi 8
**Kerja Keras adalah Energi Kita

Air Mata Lelaki


Air Mata Lelaki
Aries Adenata

Boleh kah laki-laki menangis, ya? Waduh…kok pertanyaan itu yang muncul sih! Ya dong, selama ini image yang ada di kepala kita, bahwa yang boleh menangis itu adalah kaum hawa. Nah, benarkah laki-laki itu tidak boleh menangis, atau sebenarnya dua-duanya punya hak untuk menangis. Nah, nangis berjamaah dong.
Sebelumnya, kita tengok komposisi otak manusia, yuk! Gambarannya gini, otak kita terdiri dari Neokorteks dan Amygdala. Wuiz...apan tuh! Gini, Neokorteks itu adalah kompoisisi otak yang menyerap informasi, berfikir dan rasional. Sedangkan Amygdala adalah kompisisi otak yag mengolah marah, sedih dan cinta. Secara kompisisi, otak perempuan, amygdala lebih responsif dibandingkan laki-laki. So, perempuan lebih mudah untuk menangis. Tetapi, pada dasarnya, perempuan dan laki-laki punya kompisisi otak yang sama, yaitu juga memiliki Amygdala yang mengolah emosi. Jadi, laki-laki juga bisa menangis lho!
Akan tetapi, perlu diingat, bahwa perempuan mempunyai fluktuasi hormon yang setiap perempuan mempunyai siklus atau tanggal yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kaum hawa lebih sensitif dan mudah untuk mengeluarkan air mata jika ada suatu masalah yang sedang dihadapi.
Yuk, sekarang kita berkaca dari para pendahulu kita. Kenal nggak dengan Umar bin Abdul Aziz. Ya, beliau adalah seorang laki-laki dan seorang pemimpin besar. Dikisahkan, jika mengingat kematian, tubuh Umar bin Abdul Aziz langsung menggigil seperti burung dan menangis hingga air matanya mengalir di jenggot.
Diceritakan juga, suatu malam, dia menangis dan membuat semua penghuni rumahnya ikut menangis. Sesudah tangisan mereka reda, istrinya, Fathimah menanyainya, “Demi Allah, wahai Amirulmukminin, mengapa Anda menangis?” Dia menjawab, “Aku teringat kembalinya manusia dari hadapan Allah Ta'ala; sebagian di surga dan sebagian di neraka.” Lalu dia berteriak dan jatuh pingsan.
Ada kisah lain tentang beliau juga, ketika hendak pergi berziarah ke Baitul Maqdis, al-Manshur singgah di tempat biarawan yang dulu ditemui Umar bin Abdul Aziz dan memintanya, “Ceritakan kepadaku sesuatu yang paling Anda kagumi dari Umar bin Abdul Aziz!” Si biarawan mulai bercerita, “Suatu malam dia ada di loteng kamarku ini dan ia terbuat dari marmer. Tiba-tiba air menetesiku lewat talang. Aku naik untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata aku mendapatinya sedang sujud dan air matanya mengalir di talang.” Subhanalallah... kisah beliau luar biasa ketika menitikan air mata, ya! Bukan air mata meratapi karena ditinggal seseorang. Tetapi berderai air matanya karena mengingat kematian. Nah loh, bukan seperti kalian yang menangis karena tidak di beliin pulsa ma nyokap. Hehe...
Ada beberapa kisah lain yang mencengangkan tentang air mata. Seperti yang dikatakan Wahb, “Adam 'alayhis-salam menangis selama 300 tahun dan tidak pernah lagi mengangkat kepalanya ke langit setelah dia melakukan kesalahan”. Juga Wuhaib bin Ward mengatakan, “Sesudah Allah menyalahkannya karena masalah anaknya, ‘Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengatahuan” (Qs. Hud: 46), sedangkan Nuh 'alayhis-salam menangis selama 300 tahun hingga bagian bawah matanya berubah seperti selokan-selokan air karena begitu lamanya ia menangis.”
Abu Darda’ radhiyallahu 'anh mengatakan, “Setiapkali Ibrahim 'alayhis-salam mengerjakan shalat terdengarlah suara mendidih dari kejauhan karena takut kepada Allah Azza wajalla.” Subhanallah, ternyata banyak kisah tentang air mata laki-laki yang dapat kita ambil ibrahnya, ya!
So, sebenarnya lelaki dan perempuan boleh menangis kok! Tapi, menangis lah karena Allah, ya! (Kak Aden/diambil dari berbagai sumber)

*Dimuat di Gizone edisi 3
**Kerja Keras adalah Energi Kita